Penggunaan peranti lunak asli pada komputer atau laptop turut mencegah komputer terinfeksi malware (program jahat) yang merugikan pengguna.
Komputer
yang dioperasikan sistem yang legal terproteksi antivirus legal dan
terkoneksi jaringan yang legal dapat meredam penyebaran malware.
”Penggunaan
software (peranti lunak) bajakan selalu berisiko terjangkit malware
atau virus berbahaya,” kata Sekretaris Jenderal Masyarakat Indonesia
Anti Pemalsuan (MIAP) Justisiari Perdana Kusumah pada peluncuran program
”Be Safe with Genuine” di Jakarta.
Malware ancaman yang mengkhawatirkan. Saat komputer terinfeksi malware, data pribadi pengguna dengan mudah dimanipulasi melalui pencurian kata kunci dan lainnya.
Menurut
Justisiari, setidaknya ada 1.900-2.000 malware dalam sebuah peranti
lunak komputer/ laptop dengan sistem operasi dan program keamanan
palsu/ilegal. Itu merujuk hasil studi forensik komputer di lima negara
Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan
Vietnam, pada awal 2013.
Dari sampel 216 komputer yang dibeli di
lima negara, 100 komputer dibeli di Indonesia. ”Hasil forensik
menunjukkan, 59,06 persen mengandung malware karena ter-install software
bajakan,” kata dia.
Menurut dia, ribuan malware itu terdiri atas
beragam spyware, yang otomatis akan mencuri data pribadi pengguna
komputer dengan sistem operasi dan sistem keamanan ilegal. Setiap data
yang dimasukkan nasabah saat bertransaksi perbankan daring, secara
otomatis dikirim ke pengirim virus atau malware itu.
Direktur
Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Ahmad M Ramli mengatakan, risiko menggunakan peranti lunak
bajakan sangat besar. ”Kami akan lakukan upaya hukum bila menemukan
pihak penjual komputer dengan software bajakan,” kata dia.
Sementara
itu, Direktur II Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan
Kriminal Mabes Polri Ajun Komisaris Besar Rusharyanto mengatakan, Polri
sudah membentuk direktorat kriminal khusus di semua polda untuk
menyelidiki kasus pelanggaran hak cipta atau hak kekayaan intelektual.
”Jumlah personel di setiap polda 100-300 orang.





Post a Comment